Kisah Seorang Romo Katolik Yang Menuntun Seorang Muslim Ucapkan Syahadat Sebelum Meninggal
Kisah Seorang Romo Katolik Yang Menuntun Seorang Muslim Ucapkan Syahadat Sebelum Meninggal
![]() |
| BandarJudiQQ |
Banyak kisah toleransi antara agama yang membaut haru di Indonesia.Salah satu yang terjadi di Purwokerto beberapa waktu lalu.
Saat itu,,Romo Boni,seorang Rohaniwan Katolik menengok seorang tetangganya yang tengah di rawat di sebuah rumah sakit Kota Purwokerto.Saat itulah,seorang tenaga medis rumah sakit tersebut bergegas mendekati Romo bernama lengkap Boni Fausius Abbas.
Sidokter mengatakan ada seorang pasien yang tengah sekarat,atau jelang kematian.Ini adalah rumah sakit yang berafiliasi dengan organisasi yang identik dengan agama Kristen.Romo Boni ini sudah dikenal sebagai rohaniwan disana.
Sebagaimana yang diketahui,ketika seorang muslim hendak meninggal dunia,maka pendamping rohani yang bisa dari kalangan keluarga atau pemuka agamanya menuntunnya untuk mengucapkan kalimat Allah dan syahadat.
Namun,dia melihat tak ada orang yang menuntun pasien muslim.Nuraninya pun bergemuruh lebih kencang untuk menolong saudara muslimnya ini.Karenanya,dia bertekad menuntun si muslim mengucapkan syahadat atas nama toleransi.
"Saya berulang-ulang mengucapkan Asyhadu Allaa Ilaahaillallaah,Wa Asyhadu Anna Muhammadarrosulullah.Saya ingin agar ia berada dalam keimanannya,"ucap pastor Gereja Santa Theresia,Majenang,Kabupaten Cilacap.
Usai menuntun pasien yang menghadapi kematian itu,Romo boni kembali ke kamar perawatan tetangganya.Dua jam kemudian,dia dikabari pasien muslim tersebut sudah meninggal dunia.Romo pun berdoa agar pasien muslim itu meninggal dunia dalam iman dan islam.
Romo Boni yakin,apa yang dilakukannya tak salah.Sebab,dia hanya ingin menolong agar saudaranya yang berbeda agama itu kembali kepada Tuhannya dalam keimanannya.Menurut dia,agama adalah jalan menuju Tuhan.Agama yang berbeda menyebabkan jalan menuju Tuhan berbeda.Namun,tiap jalan itu punya tujuan akhir yang sama,yakni Tuhan.
Tiap agama mengajarkan kebajikan yang sama.Dan toleransi di antara agama bisa dibentuk jika ada dialog dengan keterbukaan menerima perbedaan.Perbedaan itu bukan berarti antar umat beragama saling bertarung.Agama mengajarkan untuk saling menghargai.
Dalam kesempatan yang sama,budayawan Banyumas,Ahmad Tohari,menilai toleransi dan kerukunan antar umat beragama di Indonesia mesti dibangun dari berbagai sektor.Masyarakat dengan ekonomi yang lemah lebih mudah diprovokasi.
Menurut tohari,kesejateraan ekonomi dan sosial masyarakat menjadi faktor yang kerap dilupakan ketika membangun kerukunan atau toleransi.Ia pun mengkritik model pembangunan toleransi dan kerukunan umat beragama yang hanya berupa simbol belaka.

Comments
Post a Comment