Geng Pemulung Sampah di Teluk Kendari Beranggotakan Janda Tua
Geng Pemulung Sampah di Teluk Kendari Beranggotakan Janda Tua
![]() |
| PemainBandarQ |
Disudut Kota Kendari,Sulawesi tenggara,tepatnya di Kelurahan Petoaha,Kecamatan Abeli,tinggal sekelompok janda yang sudah renta.Mereka rata-rata berusis berkisar 70 hingga 80 tahun,warga asli suku Bajo.
Hampir setiap hari sejak pagi buta,wanita-wanita lansia yang sudah belasan tahun bermukim dipinggir Teluk Kendari itu sudah keluar bekerja.Mengitari teluk,memungut ratusan bahkan ribuan sampah plastik bekas.
Mengayuh perahu sejak jam 5.30 WITA,baru pulang kerumah sekitar pukul 09.00 WITA.Memulung dengan perahu,mereka menyusuri pinggiran teluk dan tidak pulang jika perahu tak berisi sampah plastik bekas.
Beberapa diantara mereka ada yang sudah melakoni aktivitas itu sejak 5 tahun lamanya.Bahkan,ada beberapa orang janda yang sudah beraktivitas hampir 10 tahun di wilayah itu.
Mbotada(80) salah seorang wanita lansia yang sudah sekitar 4 tahun beraktifitas sebagai pemulung,mengaku terpaksa menjalani pekerjaan itu.Risma,salah seorang kerabatnya menceritakan aktivitas janda yang sudah memulung sejak suaminya meninggal dunia.
Risma mengatakan,perahu yang digunakan Mbotada untuk memungut sampah sehari-hari hanyalah perahu butut yang sudah penuh tambalan.Tak memiliki anak,wanita lansia itu harus hidup mandiri sejak 10 tahun lalu.Sampah yang dikumpulkan Mbotada dan rekannya ini akan dijual ke penadah yang tak jauh dari pemukiman mereka di Kelurahan Petoaha,Kecamatan Abeli,Kota Kendari.
Huna(70) pemulung lainnya di wilayah itu,sudah melakoni aktivitas memulung sekitar 2 tahun.Saat berusaha berkomunikasi,dia seperti tak menyimak.Salah seorang tetangganya menimpali,harus berbicara dengan suara agak keras supaya bisa dimengerti.
Ada salah seorang pemulung lainnya bernama Jompi(65),kerap mendapatkan rezeki saat memulung sampah plastik yang hanyut di Teluk Kendari.Memulung sejak tahun 2000,beberapa perabotan rumah tangga bekas yang hanyut di teluk,kerap dibawa pulang kerumah."Saya bersihkan,kemudian simpan di dapur untuk dipakai,"ujarnya.
Mbotada dan rekan-rekannya belum mendapatkan bantuan sebagai warga miskin di Kota Kendari.Meskipun tercatat sebagai warga tidak mampu,namun belum ada satu bantuan yang diterima mereka.dia mengungkapkan,sejumlah pemulung bahkan tidak memiliki perahu.Perahu yang dipakai sehari-hari,dipinjamkan orang lain."Tapi tak gratis,karena hasilnya dibagi dengan pemilik perahu,"kata Risama.
Jika sampah hasil memulung belum terjual,Risma mengaku berusaha mambantu beberapa diantara mereka.Mulai dari meminjami uang hingga membawakan makanan.Cerita Risma dibenarkan Arifin,Ketua RT 10 Kelurahan Petoaha.Dia mengungkapkan,Bantuan belum pernah diterima kelompok pemulung ini."Sejauh yang saya tahu belum pernah mereka terima bantuan,"ujarnya.
Teluk Kendari menjadi tempat pembuangan sampah terbesar warga kota.Sampah plastik dari ratusan jenis produk bisa dijumpai ditengah perairan dan rumpun pohon bakau yang di bibir teluk.
Kelompok Pegiat lingkungan,Beach Friends Forever(BFF) mengungkapkan ada sekitar 2-3 ton sampah yang berhasil diangkut dalam sekali aksi pembersihan.Pengamatan pihak BFF di Teluk Kendari,dasar laut Teluk Kendari sudah menkhawatirkan.Ada banyak spot didasar laut yang dipenuhi sampah plastik dan beragam jenis sampah lainnya.
Solusinya menurut Dini Rahmat,Pemkot Kendari harus menggalakkan bersih-bersih teluk setiap minggu yang melibatkan masyarakat.Sebab,minim kegiatan yang melibatkan masyarakat untuk menyadari bahaya sampah plastik.

Comments
Post a Comment