Cara Hentikan Anak Dari Kebiasaan Menghisap Jempol
Cara Hentikan Anak Dari Kebiasaan Menghisap Jempol
![]() |
| BandarJudiQQ |
Kebiasaan menghisap jempol pada anak kerap masih dilakukan hingga umur yang sudah cukup besar.Orangtua perlu memahami penyebab anak masih melakukan hal tersebut untuk menghilangkan kebiasaan anak itu.
Psikolog anak yang juga Co-Founder Children Cafe Nuri Indira Dewi,menyebutkan bahwa menghisap jempol pada anak bisa dilihat dari pola kebiasaannya.Terhadap anak yang menghisap jempol saat hendak tidur,saat merasa cemas,takut atau sedih,menonton televisi dan ada pula yang menghisap jempol saat tidak melakukan apapun.
Kegiatan itu dapat berupa ajakan bermain aktif,tidak seperti saat mengajak mereka menonton yang termasuk kategori kegiatan pasif.Dapat juga dengan mengajak anak mengobrol juga mengalihkannya dari menghisap jempol,bonusnya adalah meningkatnya kemampuan verbal dan kedekatan dengan anak.
Segera ingatkan dan hentikan ketika kita melihat anak menghisap jempol.Gunakan kata yang singkat misalnya 'jempol'atau 'ups!'.Tindakan mengingatkan anak agar tidak menghisap jempolnya dapat dilakukan secara bertahap.Terpenting terdapat peningkatan dari waktu ke waktu.
Kuncinya adalah konsistensi orang tua saat mendampingi,jangan lelah untuk mengingatkan anak dan hindari pembiaran meskipun hanya satu kali."Misalnya yang dimasukkan ke mulut hanya makanan,dan jempol bukan makanan.Atau jempol untuk diacungkan saat kita bilang sip,"jelas Nuri.
Bisa juga dengan kalimat aku sudah besar dan tidak boleh menghisap jempol lagi.Dapat pula dicoba dilakukan di depan cermin untuk membantu menanamkan kalimat-kalimat itu ke dalam diri anak.Bila anak menghisap jempolnya setiap merasa cemas,takut atau sedih,orang tua dapat mengenalkan cara-cara lain untuk meredakan emosi negatifnya.
Misalnya dengan menceritakan apa yang anak rasakan,menarik napas panjang,menangis hingga dia merasa lega,mencari solusi dan sebagainya.Orangtua juga dapat memberikan pelukan,menjadi pendengar yang baik,mengalihkan ke hal lain yang menyenangkan dan seterusnya.
Orangtua disarankan dalam mengingatkan anak agar tidak menghisap jempol melakukan tindankan kekerasan,semisal memukul atau menyentil.Meski ampuh,tetapi cara itu bisa menimbulkan trauma pada anak.Selain untuk membantu mengurangi kebiasaan menghisap jempol,strategi serupa dapat pula dilakukan untuk kebiasaan menggigiti kuku(nail biting).
Perbedaannya,jika menghisap jempol terjadi secara alami,maka menggigiti kuku muncul lebih karena kecemasan,melihat kuku kurang rapi atau meniru dari orang lain."Karena itu kita dapat mengajarkan teknik-teknik relaksasi pada anak dan menjaga kuku anak tetap rapi dan bersih,"tandasnya.

Comments
Post a Comment